Showing posts with label Tutorial. Show all posts
Showing posts with label Tutorial. Show all posts

Thursday, February 10, 2011

Redirect requests to non-www to www


Masuk ke cpanel
Cari file .htaccess
Edit dengan filemanager di web.

Copikan script berikut ini :

# Require WWW
# Will automatically redirect requests to non-www to www
# This will exempt robots.txt for search engines

Options +FollowSymLinks
RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteCond %{REQUEST_URI} !^/robots\.txt$
RewriteCond %{REQUEST_URI} !^/sitemap\.(xml|xml\.gz)$
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^([^.]+)\.([^.]+)$ [NC]
RewriteRule ^(.*)$ http://www.%1.%2/$1 [R=301,L]

Semoga berhasil. :)

Monday, May 03, 2010

Oracle Database 10g Express Edition Tutorial!


Lagi - lagi Oracle...
Hanya sedikit share dan memberikan link untuk download tutorial oracle Database 10g XE.
Silakan berkunjung ke sini. dan untuk download tutorial nya ada di sini


Setelah membaca tutorial ini di harapkan kita akan tahu bagaimana :
1. Install Oracle Database 10g Express Edition
2. Access the Oracle Database Home Page
3. Manage Database Objects
4. Access and Manipulate Data
5. Create an Application using HTML DB 2.1
6. Add PL/SQL Functionality to an Application
7. Administer and Monitor the Database
8. Create an Application using Visual Studio .NET
9. Create an Application using PHP
Selamat mendownload ya...

Tuesday, April 15, 2008

Membangun Motivasi Dalam Diri

Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika anda
memiliki motivasi yang kuat dalam diri anda. Tanpa motivasi apapun,
sulit sekali anda menggapai apa yang anda cita-citakan. Tapi tak
dapat dipungkiri, memang cukup sulit membangun motivasi di dalam
diri sendiri. Bahkan mungkin anda nggak tahu pasti bagaimana cara
membangun motivasi di dalam diri sendiri.



Padahal sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk
menumbuhkan motivasi tersebut.  Caranya...? Coba simak kiat berikut
ini:
  • Ciptakan sensasi
Ciptakan sesuatu yang dapat "membangunkan" dan membangkitkan gairah
anda saat pagi menjelang. Misalnya, anda berpikir esok hari harus
mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya
mustahil, tapi sensasi ini kadang memacu semangat anda untuk
berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah anda lakukan
kemarin.
  • Kembangkan terus tujuan anda
Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup
yang terlalu sederhana membuat anda tidak memiliki kekuatan lebih.
Padahal untuk meraih sesuatu anda memerlukan tantangan yang lebih
besar, untuk mengerahkan kekuatan anda yang sebenarnya. Tujuan hidup
yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam
hidup anda.
  • Tetapkan saat kematian
Anda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu
tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam
hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional.
Anda dapat membayangkan 'flash back' dalam kehidupan anda. Sejak
anda menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai
pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika anda membayangkan 'ajal' anda
sudah dekat, akan memotivasi anda untuk berbuat lebih banyak lagi
selama hidup anda.
  • Tinggalkan teman yang tidak perlu
Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat
mendorong anda mencapai tujuan. Sebab, siapapun teman anda,
seharusnya mampu membawa anda pada perubahan yang lebih baik.
Ketahuilah bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat anda
berpikir optimis pula. Bersama mereka hidup ini terasa lebih
menyenangkan dan penuh motivasi.
  • Hampiri bayangan ketakutan
Saat anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan
diri dari bayangan tersebut. Misalnya selama ini anda takut akan
menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut anda
dengan mencoba mengatasinya. Saat anda berhasil mengatasi rasa
takut, saat itu anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri
bahwa anda mampu mencapai hidup yang lebih baik.
  • Ucapkan "selamat datang" pada setiap masalah
Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu
saat anda akan menghadapi jalan terjal, menanjak dan penuh bebatuan.
Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan
tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika anda
memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, anda akan semakin
sulit termotivasi. Sebaliknya bila anda selalu siap menghadapi
setiap masalah, anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih
untuk mencapai tujuan anda.
  • Mulailah dengan rasa senang
Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup anda. Coba
nikmati hidup dan jalan yang anda tempuh. Jika sejak awal anda sudah
merasa 'tidak suka' rasanya motivasi hidup tidak akan pernah anda
miliki.

  • Berlatih dengan keras
Tidak bisa tidak, anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkan
hasil terbaik. Pada dasarnya tidak ada yang tidak dapat anda raih
jika anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih semakin mudah
pula mengatasi setiap kesulitan.

Kesimpulannya, motivasi adalah 'sesuatu' yang dapat menumbuhkan
semangat anda dalam rangka mencapai tujuan. Dengan motivasi yang
kuat di dalam diri sendiri, anda akan memiliki apresiasi dan
penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga anda
pun nggak ragu lagi melangkah mencapai tujuan dan cita-cita hidup
anda..!

Inilah yang saya rasakan sampai dengan saat ini :
Kelebihan :
  • Selalu ingin berbuat baik kepada semua orang.
  • Kuliah yang saya jalani ini adalah mimpi saya dari dulu dan akhirnya sekarang terkabul
  • Kerja dan usaha sendiri
Kelemahan :
  • Kurang pandai mengatur waktu
  • Kadang kala suka menghamburkan uang.
  • Kerja tidak kenal waktu
  • Menunda pekerjaan
Strategi :
  • Pekerjaan yang utama karena itu mendukung kuliah saya saat ini.
  • Memanage waktu lebih teratur
Untuk saat ini saya sedang mengatur ulang bagaimana strategi untuk masa depan. Karena terlalu banyak sesuatu hal yang datang menimpaku.
Doakan semoga cepet selesai. Amin

Tuesday, April 08, 2008

Anger Management

Aryo mudah sekali tersinggung. Hal sepele, seperti kopi yang kurang panas, dapat memicu kemarahannya. Aryo memang tidak sampai melakukan tindakan fisik tapi meja dan lemari dinding menjadi korban pukulan ayah dua putra ini. Mengapa pula orang seperti Aryo begitu mudah marah? Sebetulnya apa sih yang dimaksudkan dengan amarah

Amarah adalah sifat alamiah yang dimiliki setiap manusia. Begitu kata Prof. DR. Dr. Dadang Hawari, Sp.KJ. Amarah manusia muncul karena adanya dorongan agresif yang lazim disebut dengan istilah human agressive. Dorongan rasa marah ini bisa saja muncul karena sesuatu terjadi di luar dugaan atau di luar perhitungan. Harapan yang tinggi sementara kenyataannya tidak demikian juga bisa menyebabkan kekecewaan dan dapat memicu rasa marah.

Sejalan dengan dengan pandangan Dadang Hawari, psikolog E. Kristi Poerwandari dari Bagian Psikologi Klinis, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, mendefinisikan marah sebagai salah satu emosi. Secara garis besar dorongan marah itu disebabkan oleh dua faktor. Pertama, faktor internal (dari dalam diri). Ada konflik internal yang tidak bisa terselesaikan dan akhirnya keluar dalam bentuk marah. Misalnya Anda merasa gusar karena tak bisa bangun pagi sehingga selalu terlambat rapat dengan klien. Kedua, faktor eksternal. Misalnya, ada provokasi dari luar.

Apapun penyebabnya, internal atau eksternal, marah merupakan emosi yang tersalur melalui sinyal pengantar syaraf atau neurotransmitter, pada sel-sel syarat pusat otak. Sinyal ini diteruskan ke kelenjar endokrin suprarenalis penghasil hormon adrenalin. Akibatnya tekanan darah naik. Mukanya menjadi merah, jantung berdebar-debar kencang mengikuti peningkatan hormon adrenalin tadi.

Biasanya dorongan untuk marah muncul untuk survival, atau mempertahankan hidup. Orang tidak akan diam saja manakala dirinya diserang atau diperlakukan tidak adil oleh pihak lain. Secara refleks akan timbul sikap mempertahankan diri, atau yang kita sebut defense mechanism.

Menurut Kristi, marah sering dianggap sebagai emosi yang negatif sebab marah membangkitkan toksin yang meracuni emosi, dan dapat memunculkan tindakan yang berdampak negatif, seperti melukai orang lain. Tapi marah tidak selalu itu buruk. Bila seseorang diperlakukan tidak baik, dan dia menunjukkan reaksi marah, itu dianggap sebagai hal yang wajar. Marah bisa dinilai positif ketika perasaan itu muncul saat melihat seseorang diperlakukan tidak adil, atau menimbulkan rasa ingin menolong. Artinya rasa marah itu bisa mendorong seseorang melakukan hal yang positif atau yang dianggap baik.

Ketika amarah diekspresikan secara destruktif (memaki, memukul, atau merusak barang), maka marah menjadi emosi yang buruk. Lepas kendali dapat memicu perasaan frustasi, bingung, dan tidak berdaya. Banyak gangguan fisik, emosional, dan mental yang disebabkan oleh marah yang tidak terkendali. Hasilnya antara lain ketegangan di lingkungan kerja atau kekerasan dalam rumah tangga. Ekspresi marah ini juga dituding memicu kriminalitas, bahkan konflik internasional.

Jadi, kata Kristi lagi, marah akan berdampak buruk bila diungkapkan secara agresif dan berlebihan. Lebih buruk lagi bila yang bersangkutan tidak menyadari dirinya melakukan hal yang negatif. Karena itu ia menyarankan sebaiknya amarah dikeluarkan dengan syarat:
1. Marah haruslah karena alasan yang tepat, bukan karena faktor subyektif. Banyak kasus kemarahan timbul di lingkungan keluarga. Misalkan suami marah secara berlebihan karena merasa tidak dihargai oleh istrinya, padahal hanyalah pandangan subyektif sang suami.
2. Marah haruslah terkendali. Marah yang membabi buta, bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.

Marah juga bisa berdampak negatif pada diri sendiri atau pada diri orang lain ketika yang bersangkutan tidak secara jujur mengakui rasa marahnya, atau memendam amarah. Marah yang tidak dikeluarkan bisa menyebabkan sakit kepala, nyeri punggung, mual, bahkan depresi. Mereka yang suka meremehkan, mengkritik, dan berkomentar sinis terhadap orang lain biasanya adalah orang yang tidak terbiasa mengekspresikan kemarahannya.

Meskipun sebaiknya rasa marah itu dilepaskan saja dan jangan disimpan, Dadang Hawari menilai pendapat ini tidak selalu baik untuk diterapkan. “Apakah kalau marah dilepaskan lantas kita menjadi puas? Apa bukan sebaiknya justru menyebabkan orang yang dimarahi menjadi sakit dan akhirnya menimbulkan persoalan baru ?” ujar psikiater itu. Lalu bagaimana baiknya? “Yang baik adalah kalau merasa marah, kita redam dan netralisir dengan diri sendiri sambil menyelesaikan pokok permasalahan yang dihadapi,” tambah Dadang.

Sebetulnya rasa marah itu bisa dikelola. Sebagai makhluk yang beradab, manusia tentu mempunyai mekanisme pengendalian diri. Ada orang yang mampu meredam marah tapi ada juga yang tidak bisa. Kalau pengendalian dirinya lemah, maka bisa terjadi agresivitas, dimana kemarahan secara fisik maupun verbal keluar membabi buta. Tapi orang sudah terlatih untuk bisa sabar, mekanisme internal di dalam dirinya bisa meredam emosi yang meletup-letup dan tidak terpancing untuk bertindak agresif.

Dadang Hawari mengatakan manajemen marah ini dilakukan dengan mengedepankan rasio dari pada emosional. Seseorang yang mampu mengelola amarahnya berarti melakukan mekanisme rasionalisasi dalam tubuhnya. Mekanisme ini mengantarkan pola pikir yang sifatnya positif sehingga bisa meredam konflik atau emosi. Tapi rasionaliasasi ini tidak muncul begitu saja, butuh kemauan, upaya dan latihan yang keras.

Dalam berbagai kasus, seseorang yang terbiasa marah secara agresif bisa dilatih untuk mengendalikan emosi. Caranya dengan mencari penyebab munculnya letupan marah tersebut. Misalnya pada kasus dimana rasa marah muncul untuk menutupi rasa kurang percaya diri, terapi yang dilakukan terlebih dahulu difokuskan pada upaya membangkitkan rasa percaya diri.

Menurut Kristi, salah satu terapi yang bisa diterapkan untuk mengontrol amarah adalah dengan membuat kontrak diri. Kontrak ini berisikan perjanjian tidak akan melakukan tindakan agresif yang merugikan orang lain. Bila melanggar, yang bersangkutan dikenakan sanksi yang berat. Substansi kontrak diri ini tidak bisa dibuat asal-asalan saja tapi harus dibahas bersama dengan psikolog.

Sebetulnya melatih diri mengelola amarah merupakan hal yang memang patut dilakukan, terutama untuk meningkatkan kualitas diri. Sekarang ini kualitas manusia tidak hanya ditentukan oleh IQ (Intelligence Quotient), tapi juga oleh EQ (Emotional Quotient).


Laporan : Faizah Fauzan

Pakai Pendekatan Agama

Dadang Hawari selalu menilik manajemen marah dari sudut agama dengan meyakini bahwa segala sesuatu mempunyai hikmah. Menghayati ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari bisa mengasah pengendalian emosi dalam diri seseorang. Agama apapun senantiasa mengajarkan manusia untuk bersabar diri dan bersikap toleransi antarsesama. Ibadah puasa contohnya, ritual yang dilakukan umat muslim selama sebulan dalam setahun ini bisa dijadikan ajang melatih self control (pengendalian diri). Menurut Dadang lagi, ada dua cara yang bisa membantu seseorang mengendalikan amarahnya, yakni: bersabar dan shalat.


Sebelum Anda Marah

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, menurut Kristi, ada yang perlu dilakukan sebelum mengekspresikan rasa marah:
1. Posisikan diri sebagai obyek marah. Pantaskah saya marah dan pantaskah dia saya marahi?
2. Berpikirlah untuk jangka panjang. Pikirkan apa dampaknya bila emosi marah dituruti, seperti bisa merusak hubungan dengan pihak yang bersangkutan.
3. Lakukan time out, dengan cara meninggalkan ruangan atau tempat dimana marah Anda terpicu.
4. Lakukan rileksasi dengan menghirup napas panjang untuk menenangkan diri.

Selintas hal-hal di atas terdengar mudah tapi bagi meraka yang mempunyai problem dalam mengontrol rasa marahnya hal di atas cukup sulit dilakukan

Artikel diatas saya ambil dari : http://hnf66.multiply.com/journal/item/10/Dadang_Hawari_-_Manajemen_Marah

Kapan saya bisa menjadi marah :
1. Saat saya dihina atau diejek orang lain
2. Ketika berkendaraan kemudian orang lain dengan sengaja menyalip dengan cara tidak yang sopan.
3. Ketika saya berbicara namun orang lain seolah cuek tidak menghiraukan.
4. Ketika ada masalah pribadi yang diungkit-diungkit.
5. Masalah yang satu belum selesai malah ketambahan masalah lagi.
Kapan saya sedih?
1. Tentu saja saat saya ingat masalah yang menimbukan orang lain menangis.
2. Keinginan yang susah tercapai
3. Di tinggalkan oleh My Lovely MAMA ( Semoga Tuhan Yesus Kristus Selalu bersama engkau, ibu…..)
Bahagia
1. Menikah (soalnya pengen banget menikah tapi belum kesampean)
2. Saat memperoleh hadiah dari orang lain
3. Mendapat sesuatu yang di cari –cari dan sangat saya inginkan
4. Ketika mendapat nilai sesuai yang diharapkan.
5. Membahagiakan kedua orang tua (yang sampai saat ini belum sepenuhnya saya lakukan)


Apalagi ya……………. Besok dech coba aku tulis lagi kali aja ada yang masih belum tertulis.